Paskah Lansia Oikumene Malinau: Usia Bukan Penghalang Jadi Teladan Iman

Redaksi

MALINAU,TANJUNGNEWS.COM – Suasana khidmat menyelimuti Gereja GKII Eben Haezer, Desa Wisata Pulau Sapi. Ratusan rambut putih tampak memenuhi bangku jemaat. Mereka adalah para anggota Persekutuan Lansia Oikumene (PLO) Kabupaten Malinau yang berkumpul dalam balutan sukacita perayaan ibadah Paskah.

Hadir mewakili Bupati Malinau Wempi W. Mawa, S.E., M.H., Asisten III Bidang Administrasi Umum, Francis, S.Pd., M.Pd. Di hadapan para jemaat senior, Francis mengawali sambutannya dengan menyampaikan permohonan maaf dari Bupati yang berhalangan hadir secara langsung karena agenda yang tidak bisa ditinggalkan.

Baca Juga  Bupati Launching Portal Satu Data Malinau: Percepatan Integrasi dan Transparansi Data

Meski demikian, apresiasi setinggi langit diberikan Pemkab Malinau atas keteguhan iman para lansia. Francis mengaku kagum melihat antusiasme para orang tua yang tetap menunjukkan semangat “berapi-api” dalam mengikuti kegiatan kerohanian meski usia terus bertambah.

“Semangat para orang tua kita ini sangat mahal harganya. Peran aktif mereka dalam memberikan motivasi dan nasihat adalah jangkar bagi generasi muda agar tetap setia dan teguh dalam iman di tengah tantangan zaman saat ini,” ungkap Francis dalam pesan rohaninya, , Jumat (17/4/26) sore

Baca Juga  Wajah Baru Malinau: Jalanan Terang Benderang, Masyarakat Kini Merasa Aman Berkendara Malam Hari

Pilar Keteladanan

Bagi Francis, para lansia bukan sekadar kelompok usia, melainkan pilar keteladanan, kesabaran, dan kesetiaan. Ia menekankan bahwa bertambahnya angka usia sama sekali bukan penghalang untuk tetap memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar.

Ia mengajak seluruh anggota PLO untuk terus bersyukur atas napas kehidupan yang masih diberikan. Dengan semangat itu, para lansia diharapkan tetap mampu menjadi “terang dan garam”, menebarkan nilai-nilai kebaikan di dalam lingkup keluarga terkecil hingga masyarakat luas.

Baca Juga  Jadi Tuan Rumah Porprov Kaltara 2026, Koni Malinau Bidik Juara Umum

“Usia boleh bertambah, tapi semangat hidup jangan pernah padam. Jadilah teladan kesetiaan iman hingga akhir. Nasihat dari Bapak dan Ibu adalah kompas bagi anak-anak dan keluarga muda di Malinau,” pesannya menutup sambutan.

Ibadah yang berlangsung hangat itu menjadi momentum refleksi bagi para lansia untuk terus berperan aktif dalam pembangunan daerah, terutama dari sisi penguatan karakter dan spiritualitas generasi penerus di Bumi Intimung. (adv/hms)

Bagikan

Tags

Berita Terkait