Wempi W. Mawa Raih Anugerah Adhi Bhakti Tani Nelayan di PEDA KTNA Kaltara 2025

Redaksi

PENGHARGAAN: Bupati Malinau, Wempi W. Mawa dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Tani Nelayan sebagai pengakuan atas kiprahnya mendorong sektor pertanian dan perikanan di wilayah perbatasan.
PENGHARGAAN: Bupati Malinau, Wempi W. Mawa dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Tani Nelayan sebagai pengakuan atas kiprahnya mendorong sektor pertanian dan perikanan di wilayah perbatasan.

TARAKAN,TANJUNGNEWS.COM- Suasana Pekan Daerah (PEDA) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) ke-III Kalimantan Utara di Kawasan Islamic Center, Tarakan Timur, Kota Tarakan, Senin 29 September 2025, menjadi panggung penghargaan bagi Bupati Malinau, Wempi W. Mawa.

Ia dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Tani Nelayan sebagai pengakuan atas kiprahnya mendorong sektor pertanian dan perikanan di wilayah perbatasan itu.

KTNA Kalimantan Utara menilai, Wempi bukan sekadar menjalankan kebijakan administratif, melainkan menghadirkan program nyata yang menyentuh langsung kehidupan petani dan nelayan. Sorotan utamanya adalah Pertanian Sehat (Pesat), program unggulan Kabupaten Malinau yang menekankan praktik pertanian ramah lingkungan, peningkatan kualitas hasil tani, serta kemandirian petani lokal.

Baca Juga  20 Hari Gelaran Irau Malinau, Pertumbuhan Ekonomi Melonjak 108,63 Persen

Bupati Malinau dua periode, Wempi menyebut penghargaan itu bukan semata untuk dirinya, melainkan persembahan bagi seluruh masyarakat Malinau. Ia menegaskan, ketahanan pangan hanya bisa dicapai jika petani dan nelayan diberi ruang untuk tumbuh bersama dengan dukungan kebijakan pemerintah daerah.

“Program Pesat akan terus kami perkuat. Bagi kami, pangan bukan sekadar urusan produksi, tetapi juga kesehatan dan keberlanjutan. Saya dedikasikan penghargaan ini untuk para petani dan nelayan Malinau yang setiap hari bekerja menjaga kehidupan,” kata Wempi.

Baca Juga  Puluhan Warga Krayan  2 Hari Trabas Hutan Demi Hadiri Irau Malinau 2025‎

Selain PESAT, Pemerintah Kabupaten Malinau juga menggulirkan berbagai program lain yang berfokus pada pemberdayaan UMKM berbasis hasil tani, peningkatan kapasitas kelompok tani, hingga penguatan akses pasar. Semua diarahkan untuk memastikan pembangunan ekonomi tidak hanya terpusat di kota, tetapi merata hingga pelosok desa.

Bagi Malinau, sebuah kabupaten yang terletak di jantung perbatasan Kalimantan Utara, penghargaan ini dianggap sebagai penegasan atas perannya dalam menjaga kedaulatan pangan sekaligus memperkuat identitas daerah sebagai lumbung pangan kawasan perbatasan. (red)

Baca Juga  Komdigi Nilai Digitalisasi Malinau Bisa Dongkrak Kepuasan Masyarakat

Bagikan

Tags

Berita Terkait