Makna Mendalam Hari Raya Tri Suci Waisak 2568 Tahun 2024

Redaksi

Buddha Gautama (ilustrasi Int)
Buddha Gautama (ilustrasi Int)

TANJUNGNEWS.COM- Dikutip dari laman Kemenag RI, Tri Suci Waisak merupakan hari raya umat Buddha untuk memperingati tiga peristiwa penting Buddha Gautama.

Tiga peristiwa penting ini yakni kelahiran Pangeran Siddharta, pertapa Siddharta menjadi Buddha, dan Buddha Gautama Parinibbana (wafat).tema peringatan Tri Suci Waisak 2568 BE memiliki pesan khusus kepada umat bahwa perbedaan bukanlah sesuatu yang harus diperdebatkan dan pertentangkan.

Perbedaan seharusnya dipahami dan disadari sebagai bentuk keberagaman yang bertujuan untuk menguatkan satu sama lain. Sehingga dapat menapaki hidup luhur dalam mencapai tujuan kehidupan yang harmonis dan bahagia.

Perayaan Hari Raya waisak yang jatuh pada Kamis, 23 Mei 2024, merupakan hari raya agama Buddha, yang juga dikenal sebagai Trisuci Waisak.

Baca Juga  Pekiban Dayak Kenyah Warnai Pernikahan Putra Kapolda Kaltara

Waisak sendiri merupakan festival untuk merayakan Buddha Gautama.Ada banyak nasihat di balik perayaan waisak dan tradisi perayaannya di Indonesia, terutama tentang perjalanan spiritual Siddhartha Gautama.

Hari Raya Waisak disebut juga sebagai Trisuci Waisak karena menggambarkan tiga peristiwa penting bagi umat Buddha.

Ketiga peristiwa itu terjadi di bulan purnama pada bulan Mei, namun sesekali bisa jatuh pada akhir April atau awal Juni.

Peristiwa penting pertama adalah lahirnya Pangeran Siddhartha Gautama pada tahun 623 SM di Taman Lumbini. Siddharta Gautama kini lebih dikenal sebagai Buddha Gautama, pendiri ajaran Buddha.

Baca Juga  Pekiban Tradisi Pernikahan Bangsawan Suku Dayak Kenyah

Berdasarkan catatan sejarah umat Buddha, Taman Lumbini yang terletak di Kapilavastu, tepatnya di perbatasan Nepal dan India, adalah tempat Ratu Mayadevi melahirkan Siddhartha Gautama.

Tempat ini diresmikan sebagai salah satu Situs Warisan Dunia Unesco pada 1997, dan termasuk dalam empat tempat suci bagi umat Buddha selain Kushinagar, Bodh Gaya, dan Sarnath.

Peristiwa penting kedua yang disebutkan dalam Trisuci Waisak adalah diangkatnya Pangeran Siddhartha menjadi Buddha Gautama. Hal ini dilakukan setelah Ia mencapai penerangan agung pada usia 35 tahun.

Baca Juga  Tahun Shio Naga Kayu, Tahun Perubahan Potensi dan Peluang

Peristiwa ini terjadi saat Buddha Gautama melakukan pertapaan di Bodh Gaya pada 588 SM. Bodh Gaya merupakan nama sebuah kota di negara bagian Bihar, India.

Peristiwa penting ketiga adalah kematian Buddha Gautama pada usia 80 tahun, tepatnya pada 543 SM. Buddha Gautama wafat di Kusinara, yang kini disebut sebagai Kushinagar, sebuah kota di negara bagian Uttar Pradesh, India.

Di kota Kushinagar ini terdapat pusat ziarah Buddhis internasional yang selalu ramai dikunjungi. Banyak orang berbondong-bondong ke sana untuk keperluan ziarah maupun wisata.(red)

Bagikan

Tags

Berita Terkait