MALINAU, TANJUNGNEWS.COM – Kehangatan menyelimuti Teblingos Warod. Bupati Malinau, Wempi W. Mawa, SE, MH, hadir langsung di tengah puluhan tokoh agama dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pekerja Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Daerah Malinau. Pertemuan ini bukan sekadar rutinitas organisasi, melainkan menjadi wadah penguatan spiritual dan evaluasi bagi para “penjala jemaat” di penghujung periode 2026.
Sebagai Penasehat GKII Daerah Malinau, kehadiran Wempi disambut antusias. Momen ini dimanfaatkan orang nomor satu di Bumi Intimung tersebut untuk berdialog secara inklusif, mendengar masukan, sekaligus menyelaraskan visi pembangunan daerah dengan peran gereja di akar rumput.
Dalam arahannya, Bupati Wempi menekankan bahwa Rakor ini harus melahirkan substansi yang berdampak luas. Ia tak ingin pertemuan tersebut berhenti pada seremonial belaka.
“Kami berharap kegiatan ini bukan hanya momentum berkumpul secara fisik. Namun, banyak hal yang tertuang di sini harus menjadi sumbu yang terus menyala di tengah-tengah jemaat maupun masyarakat,” tegas Wempi dengan nada optimis, Kamis (16/4/26) siang
Bupati yang dikenal dekat dengan berbagai lapisan masyarakat ini juga memberikan apresiasi tinggi terhadap eksistensi GKII. Menurutnya, peran gereja saat ini semakin nyata, terutama dalam membentengi moralitas generasi muda di tengah gempuran zaman. Gereja dinilai sukses menanamkan nilai iman dan integritas yang menjadi fondasi utama pembangunan manusia.
“Kehadiran gereja di masyarakat semakin nyata. Terutama dalam membentuk karakter dan nilai moral positif bagi generasi masa depan kita,” imbuhnya.
Di akhir sambutannya, Wempi menitipkan harapan besar agar dukungan dari para hamba Tuhan tidak pernah putus bagi pemerintah daerah. Baginya, doa dan kerja keras lintas sektoral—termasuk peran tokoh agama adalah kunci utama dalam membawa Kabupaten Malinau menjadi daerah yang semakin kuat, mandiri, dan diberkati.
Melalui Rakor ini, GKII Daerah Malinau diharapkan terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam mengawal pembangunan, baik secara fisik maupun spiritual, demi kesejahteraan seluruh masyarakat Malinau. (adv/red)





