BULUNGAN, TANJUNGNEWS.COM – Unjuk rasa terkait buruknya kualitas jaringan internet yang digelar oleh Aliansi Gerakan Masyarakat (GEMA) Bulungan pada Senin (8/6/2026) lalu di Kantor GraPARI Kabupaten Bulungan, berujung pada kekecewaan.
Proses mediasi yang sempat berjalan kini dinyatakan menghasilkan keputusan yang nihil.
Mediasi tersebut sebelumnya dihadiri oleh perwakilan PT Telkom Group (Junnu Dullah), PT Telkomsel Tbk (Putut), Kadiskominfo Bulungan (Yohanes), Kadishub Bulungan (Khairul), serta Kasat Intel Polres (Bahyudin) yang bertindak sebagai mediator.
Dalam pertemuan tersebut, disepakati komitmen penyelesaian masalah kualitas jaringan dalam waktu 7 hari, dengan poin keputusan berupa pembuatan grup koordinasi WhatsApp untuk memetakan lokasi kurang sinyal (blank spot) serta janji perbaikan layanan secara terus-menerus oleh pihak Telkomsel.
Namun, setelah melewati tenggat waktu 7 hari yang diberikan, Aliansi GEMA Bulungan menilai tidak ada perubahan nyata di lapangan. Pihak aliansi juga mengkritik keras jalannya mediasi yang dinilai tidak masuk akal, karena data mengenai titik blank spot seharusnya sudah dimiliki oleh pihak penyedia infrastruktur jaringan, bukan justru meminta masyarakat atau aliansi yang menyediakannya.
Merespons realita yang dinilai tidak sesuai dengan janji manis tersebut, Aliansi GEMA Bulungan merasa diperdaya dan menegaskan bahwa kinerja pihak penyedia layanan telah gagal serta terkesan lari dari inti penyelesaian masalah.
Mengingat posisi Kabupaten Bulungan yang strategis sebagai pusat pemerintahan dan Ibu Kota Provinsi Kalimantan Utara, Aliansi GEMA menuntut peningkatan kualitas jaringan secara menyeluruh. Sebagai langkah tindak lanjut dari mediasi yang buntu ini, mereka menyatakan akan segera melakukan Konsolidasi Jilid 2 dengan membawa dua tuntutan baru:
- Meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Provinsi Kalimantan Utara untuk segera melakukan audit kinerja terhadap PT Telkom Group dan PT Telkomsel Tbk.
- Meminta DPRD Provinsi Kalimantan Utara menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan memanggil pimpinan KAKANDATEL Kaltara-Berau, Diskominfo Kabupaten Bulungan, Diskominfo Provinsi Kaltara, BPK Kaltara, serta perwakilan Aliansi GEMA Bulungan.
Pihak aliansi menegaskan bahwa langkah ini diambil demi terwujudnya pembangunan infrastruktur telekomunikasi yang layak dan berkeadilan di Kalimantan Utara.(dsh/red)





