Ratusan Penyumpit Kaltim dan Kaltara Meriahkan Lomba Sumpit Rangkaian HUT Bulungan

Redaksi

BULUNGAN, TANJUNGNEWS.COM – Bupati Bulungan, Syarwani, S.Pd., M.Si., secara resmi membuka pergelaran kejuaraan olahraga tradisional dan modern dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Bulungan tahun 2026.

‎​Rangkaian kegiatan ini menghadirkan perpaduan kompetisi tradisional dan modern, meliputi Lomba Menyumpit Open, Panahan Open se-Kaltara, hingga Kejuaraan Bola Voli Cup se-Kabupaten Bulungan.

‎Pembukaan pergelaran ini turut dihadiri Wakil Bupati Bulungan Kilat, A.Md., Sekretaris Daerah (Sekda) Risdianto, S.Pi., M.Si., serta jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Bulungan.

‎​Secara keseluruhan, kejuaraan ini menyedot antusiasme luar biasa dari masyarakat dengan mencatatkan total 828 peserta.

‎Rinciannya terdiri atas 337 penyumpit dari Kaltara, 296 penyumpit dari Kalimantan Timur, 84 peserta panahan, serta 448 peserta bola voli.

‎​Bupati Bulungan Syarwani mengungkapkan rasa bangga dan gembiranya atas kehadiran ratusan atlet dan pegiat olahraga tersebut.

‎Khusus untuk cabang olahraga menyumpit yang digelar secara open, dominasi kehadiran ratusan peserta dari luar daerah seperti Samarinda dan Berau (Kaltim) serta dari 5 kabupaten, kota di Kalimantan Utara membuktikan daya tarik budaya lokal yang kian menguat.

Baca Juga  Gelar Lomba Kreativitas Komunitas Belajar, Bupati: Guru Harus Melek Teknologi

‎​”Menyumpit ini bukan sekadar lomba, tetapi kita ingin memperlihatkan secara langsung bahwa di Kalimantan, kegiatan menyumpit bukanlah hal baru. Ini adalah tradisi masyarakat, khususnya masyarakat Dayak di Pulau Kalimantan, yang sejak dahulu menggunakan sumpit dalam aktivitas kehidupan sehari-hari,” ujar Syarwani.

‎​Ia menegaskan, ajang ini menjadi bentuk apresiasi, penghargaan, sekaligus sarana merawat dan melestarikan warisan budaya bagi generasi muda di Kabupaten Bulungan.

‎​Melihat tingginya minat peserta pada momentum Peringatan Hari Jadi Bulungan tahun 2026 ini, Pemkab Bulungan telah menyiapkan rencana besar untuk penyelenggaraan di tahun mendatang.

‎​Syarwani mengaku telah berdiskusi dengan Wakil Bupati serta tokoh-tokoh masyarakat dan orang tua adat untuk mengemas agenda ini lebih masif lagi pada penyelenggaraan tahun 2027.

‎​”Mudah-mudahan ke depan, pada penyelenggaraan tahun 2027, kita bisa tembus hingga 1.000 peserta dan dibuka secara lebih luas. Harapan kita, sebagian besar peserta yang berpartisipasi nantinya adalah generasi muda dari Kalimantan pada umumnya dan Bulungan pada khususnya,” jelasnya.

Baca Juga  Program TAKE Bukti Komitmen Membangun Bulungan Berwawasan Lingkungan

‎​Sebagai langkah nyata melestarikan kebudayaan sejak dini, Pemkab Bulungan telah menginstruksikan seluruh satuan pendidikan mulai dari tingkat TK/PAUD hingga Sekolah Dasar (SD).

‎Untuk memasukkan unsur kebudayaan ke dalam proses belajar mengajar melalui Muatan Lokal (Mulok).

‎​”Salah satunya lewat bahasa daerah. Ada tiga bahasa yang sudah kita minta masuk dalam muatan lokal, yakni Bahasa Bulungan, Tidung, dan Dayak,” tegas Bupati.

‎​Sementara untuk seni dan budaya seperti seni tari, menurutnya sudah tumbuh dengan baik di sekolah-sekolah.

‎Hampir setiap sekolah di Bulungan kini mampu menampilkan tarian tradisional, minimal Tari Gerak Sama dan Tari Jepen, dalam berbagai agenda kegiatan.

‎​”Nilai-nilai budaya ini harus kita tanamkan sejak usia dini di sekolah agar warisan leluhur tetap terjaga,” tambahnya.

‎​Geliat Ekonomi Kreatif dan UMKM

‎​Selain nilai pelestarian budaya dan olahraga, perhelatan event berskala besar terbukti memberikan dampak signifikan terhadap perputaran ekonomi lokal di Tanjung Selor dan sekitarnya.

Baca Juga  600 Lebih Peserta Meriahkan Pawai Ta’aruf MTQ

‎​Syarwani mencontohkan kesuksesan event Festival Sungai Kayan yang digelar pada 14–17 Oktober lalu, di mana nilai transaksi ekonomi mencapai sekitar Rp2,3 miliar.

‎Sektor yang terdampak mencakup UMKM, usaha konveksi, perhotelan, hingga jasa kuliner.

‎​”Kedatangan peserta dari luar daerah, seperti Samarinda dan Berau yang berjumlah ratusan orang, tentu menginap di hotel-hotel di Tanjung Selor dan berbelanja kuliner di warung-warung lokal. Event ini secara langsung menggerakkan perekonomian masyarakat,” paparnya.

‎​Pemkab Bulungan berkomitmen untuk terus menjadikan event olahraga tradisional dan kebudayaan ini sebagai agenda rutin tahunan dengan kemasan yang semakin menarik dan jangkauan publikasi yang lebih luas.

‎​”Dibandingkan tahun 2025 yang lalu yang masih berskala lokal Bulungan, jumlah peserta di tahun 2026 ini jauh lebih banyak dengan total mencapai 828 peserta. Ke depan, dengan sosialisasi dan publikasi yang kuat, kita optimistis bisa menarik peserta dalam skala nasional,” pungkasnya.(dsh/red)

‎​

Bagikan

Tags

Berita Terkait