Pemprov Bali Dorong KB 4 Anak, Demi Keberlangsungan Budaya Lokal

Redaksi

Gubernur Bali Wayan Koster Foto(int)
Gubernur Bali Wayan Koster Foto(int)

DENPASAR-TANJUNGNEWS.COM – Gubernur Bali Wayan Koster menolak program keluarga berencana (KB) dua anak, karena dirinya lebih mendorong program KB empat anak oleh penduduk Bali demi keberlangsungan budaya.

Dalam Kongres Daerah XI IA ITB Pengda Bali di Denpasar, Minggu, Koster mengatakan keunggulan Bali dibandingkan dengan daerah lainnya adalah kebudayaannya, sehingga jika penduduk lokal, terutama masyarakat Hindu Bali yang menjalankan budaya, justru menipis maka budaya Bali akan hilang.

Baca Juga  Dialog Nasional SMSI, Refleksi Akhir Tahun 2025 Soroti Kualitas Jurnalisme dan Kebijakan Negara Memfasilitasi Media Baru

“Tidak ada yang mebanjar, tidak ada yang ngelawar, tidak ada Purnama-Tilem, tidak ada odalan, Galungan, Kuningan, Ngaben, berbagai aktivitas budaya akan terancam,” kata Wayan Koster dikutip dari Antara.

Gubernur asal Buleleng itu menegaskan bahwa ia tidak menutup diri terhadap kehadiran pendatang yang mencari penghidupan di Bali, namun yang ditakuti tergerusnya penduduk lokal.

Baca Juga  Terkait Penundaan Pengangkatan CASN dan P3K 2024, Wapres Gibran: Sudah Ada Solusinya, Tunggu Saja

“Di Bali bukan persoalan jumlah atau siapa yang datang ke Bali, tetapi siapa yang kita ajak untuk mengurus budaya,” ujarnya.

Saat ini, Pemprov Bali sendiri sedang berupaya mendorong program KB empat anak untuk penduduk lokal, mulai dari merancang insentif bagi pemilik nama nyoman dan ketut atau anak ketiga dan keempat.

Belum lama, Pemprov Bali juga membentuk tim kerja untuk percepatan pembangunan, dimana mendorong pertumbuhan penduduk menjadi salah satu program penting yang dibuatkan tim khusus.

Baca Juga  Presiden Prabowo Tetapkan IKN Jadi Ibu Kota Politik pada 2028, Tahap Pertama 1.700–4.100 ASN  Dipindahkan

“Saya sedang bekerja keras untuk memproteksi budaya Bali ini, kalau tidak bahaya, Bali ini keunggulannya cuma satu, cuma budaya. Kalau kebudayaan Bali ini tidak dijaga dengan baik, wilayahnya kecil, penduduknya sedikit, siapa yang akan mengurusnya ke depan?,” pungkasnya (Ant/dsh/red)

Bagikan

Tags

Berita Terkait